Akhir Nopember yang lalu saya berada di Banda Aceh untuk beberapa hari. Liburan ? Bukan, melainkan untuk memenuhi undangan sebuah LSM bertemu beberapa pemuda dan pelajar yang bercita-cita ingin jadi ‘ pengusaha ‘, bahasa kerennya : entrepreneur. Ini adalah kali pertama saya di Aceh setelah tsunami. ( Sebelum tsunami padahal juga belum pernah..)
Sessi demi sessi pelatihan berjalan sesuai rencana dan.. cukup menarik bagi saya. Betapa tidak, diantara pemuda ( pemudi juga ) ada yang masih sekolah di SMK, alumni pesantren, ada petani, ada nelayan dan..ada pula guru-guru. Dengan keberagaman peserta itu saya menjadi tertantang harus menemukan bentuk komunikasi yang pas dalam menyampaikan materi. Alhamdulillah, mereka semua ternyata cukup kooperatif dan tidak sulit untuk diberikan motivasi.
Diluar jadwal training yang padat, saya juga memperoleh kesempatan melihat-lihat beberapa sudut Banda Aceh; tentu dengan diantar oleh penduduk lokal. Mengunjungi lokasi bekas tsunami adalah agenda utama disamping menengok proyek pembangkit listrik micro-hydro di desa Lhoong. Menikmati makanan lokal dan belanja oleh-oleh tentu saja tetap merupakan agenda yang tidak dapat dilewatkan.
Kejutan kecil muncul ketika mau belanja oleh-oleh khas Aceh. Bayangan saya akan bertemu dengan pasar atau kedai yang menjual berbagai pilihan hasil kerajinan rakyat setempat rupanya tidak terkabul. Satu dua toko souvenir yang berada dekat masjid Baiturrahman ternyata ya.. begitu-begitu saja. Disini saya malah ditawari kopi Ulee Kareng. Konon itu adalah jenis kopi yang tersohor kata penjualnya.
Melihat begitu terbatasnya jenis barang kerajinan yang ada, membuat saya dan beberapa teman dari Jakarta menjadi sedikit kecewa. Masa disini tidak ada orang yang rajin ( eh, maksudnya perajin ) sehingga sulit menemukan barang kerajinan..
Terlepas dari rajin atau tidak, saya menyaksikan pembangunan ( kembali ) infrastuktur terus berlangsung dimana-mana sehingga hal itu cukup meyakinkan saya kalau dalam 5 sampai 7 tahun mendatang Banda Aceh selaku ibukota propinsi Naggroe Aceh Darussalam akan mampu ‘ tampil beda ‘ dengan apa yang terlihat sekarang, khususnya dalam bidang peningkatan ekonomi rakyat. Insya Allah..



