Arsip Kategori: opini angan-angan

Berita dan cerita tentang Usaha Mikro Kecil dan Menengah ( UMKM ) sering sekali ditemukan pada beberapa media massa, mulai dari cerita suka duka memulai usaha sampai dengan succes story yang mencengangkan. Tajuk Rencana Harian KOMPAS Rabu 4/6 menyebut beberapa sifat atau ciri UMKM seperti elastis, flesibel dan adaptif. Bahkan ditambah pula dengan julukan ‘ katup penyelamat ekonomi rakyat ‘. Mungkin karena sifatnya itulah kenapa usaha kecil itu masih tetap bisa survive hingga saat ini kendati selalu didera berbagai hambatan, kesulitan dan krisis; seperti tidak pernahnya mendapatkan pinjaman modal dari bank karena dinilai tidak bankable.

Menurut data dari Biro Pusat Statistik sebagaimana dikutip KOMPAS populasi usaha skala kecil itu berjumlah 3,6 juta unit sementara usaha mikro berjumlah 19 juta unit. Padahal usaha skala menengah cuma berjumlah 152.789 unit dan usaha skala besar ‘ hanya ‘ 44.038 unit.. ( Dan sebanyak 12.532 unit usaha tidak teridentifikasi )

Andai usaha skala mikro dan skala kecil digabung maka jumlahnya akan menjadi 22,6 juta unit. Dan apabila pada masing-masing unit ada 4 orang yang tergabung maka tidak kurang dari 90 juta orang warga negara Indonesia yang terhidupi dari kegiatan usaha mikro dan kecil ini.

Dengan jumlah populasi hampir separoh total penduduk, usaha mikro dan kecil ( UMK ) seharusnya berhak memperoleh perhatian yang lebih baik dari pemerintah dan semua pihak. Misalnya dengan membentuk sebuah departemen yang khusus menangani urusan pengembangan UMK dan dipimpin oleh seorang menteri yang cukup cakap dalam bidang ini. Dengan kata lain, usaha mikro dan kecil tidak lagi ditumpangkan dipojok kecil sebuah departemen besar sebagaimana telah berlangsung selama ini; melainkan menjadi urusan besar pada sebuah departemen ( kecil sekalipun ).